Sabtu, 30 Desember 2017

Nglancong desa desa di Bali

Begini...
Pertenahan Oktober 2017 aku dapet bencana besar dalam hidup yang mau tak mau harus kualami. Bencana itu adalah "Lulus Kuliah Program S1" di salah satu perguruan tinggi di kota hujan yang kini bertransformasi menjadi kota sejuta angkot.

Kenapa ku sebut sebagai bencana? karena pasca kelulusan aku harus bertanggung jawab atas semua ilmu yang kudapat untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingi. Sebenarnya bukan masalah Tri Dharma Perguruan tinggi, tapi masalah keyakinan yang harus mengalah pada logika, yaitu bertahan hidup dengan menjadi buruh terlebih dahulu..

sumber gambar: https://bagiilmuyuk.files.wordpress.com

kemudian.. aku berfikir, kalo sebenernya bukan itu yang akan aku ceritakan.

what ever-lah, tapi itu salah satu penyebab mengapa aku harus melancong.

jadi aku melancong ke Bali. sebetulnya Bali bukan menjadi poin penting pemilihan tempat. hanya karena "perempuan yang sedang dalam pelukanku" kebetulan sedang mengejar pi untuuing-puin cahaya Tuhan di salah satu perguruan tinggi disana.

Keputusan rada nekat ini harus ku ambil, karena aku ngga punya banyak waktu lagi, ditambah awal November aku sudah harus menjalani program Internship di salah satu lembaga untuk bertahan hidup dan juga untuk menimba puing2 cahaya Tuhan lainnya.

2 minggu sebelum keberangkatan, aku belum mengantongi uang sama sekali. karena aku yakin se yakin yakinnya, ku pikir santailah. pasti akan ada uang jatuh dari langit melalui hamba-hambanya.
1 minggu semakin dekat dan belum ada rupiah yang berjalan ke arahku. Bermodal jaminan fee kerja bulan lalu yang lumayan jumlahnya namun belum juga ada tanda-tanda kapan akan cair, ku beranikan diri untuk meminjam ke beberapa kawan.

Dan bim salabim, kawan satu yang jauh disana bermurah hati untuk meminjamkan sebagian rizki berlebihnya dengan sangat mudah, tanpa bunga, tanpa banyak syarat.. kawa itu adalah Tri Giyat Desantoro, calon top level suatu perusahaan yang menguasai hampir setengah luasan daratan di negeri Indonesia ini.
sumber: http://republika.co.id

ya itulah pendahuluan dari ceritaku yah.. ini belum masuk ke keseruannya...
nanti kutulis yang betulan,

cheeers :)