Kamis, 04 Januari 2018

Penghujung 2017

Bagian 1
Perjalanan Bogor - Pameungpuk Garut


Penghujung akhir tahu seperti biasa aku mengagendakan perjalanan jauh ke tempat-tempat sepi menggunakan motor yang biasa kami sebut dengan "Touring".
Iya betul, seelumnya di penghujung 2016 aku dan tean-tman kuliahku melakukan touring ke daerah pesisir pantai selatan jawa di daerah garut. Sekali lagi, di penghujung 2017 aku dan teman2ku merencanakan perjalanan ke Garut kembali, tepatnya di suatu pondokan nelayan yang berlokasi di kawasan Cagar Alam Sancang bagian Timur.

Sebelumnya, maaf rada annoying sedikit karena kebetulan di perjalanan kali ini ada yang ganjl, teman sehatiku dijadwalkan tidak ikut serta karena dia sekarang berdomisili di Bali. Yasudahlah kupikir enjoy in aja. namun tiba tiba ada seseorang mengetok pintu kosan sambil membawa tentengan dan memanggul tas ransel besar terlihat kesulitan masuk pintu. Pikirku itu temannya salah satu temanku, ternyata setelah seberkas cahaya lewat dan jatuh ke wajahnya.. Astagfirllah, itu perempuanku! Datang tanpa sebab dan tanpa ada bau, serta merta masuk ruangan dengan kondisi cape dan letih tanpa sedikitpun wajah sumringah.. Anjay bin Ajib, sontak aku speechless. Melebihi kecepatan cahaya yang konon adalah sesuattu yang paling cepat dijagat, langsung aku sambut dia, dan ku timang dia dengan badanku yang lebih kecil, sedikit usaha saja untuk menyegarkan kondisinya secara emosional.
heheh...

Lanjut!

Perjalanan kami mulai sekitar jam setengah  shubuh dari Bogor langsung menuju ke point istirahat pertama, yaitu Kecamatan Sukanegara Kabupaten Cianjur Selatan. Perjalanan ini kami tempuh kurang lebih 6 jam lewat Cihideung, lanjut ringroad Sukabumi, lanjut Warung Kondang dan berakhir di Sukanegara.

Titik peristirahatan kami adalah di kawasan kebun teh milik PTPN VIII, karena disana lokasinya pas di tengah-tengah jarak perjalanan kami. Selain karena sejuk udaranya, banyak warung-warung yang bisa untuk istirahat, juga lokasi erakhir sebelum jalan kelak kelok lika likau naik turun aspal tambal sana tambal sini sejauh 90 km an membelah pegunungan dan perbukitan khas daerah priangan.

Sampailah kami di titik penuh kenikmatan pelapas penat pantat dan sepat mata merah..
dan, Istirahat!
dog is only ma friend out there

Sleepy head faceless

No joke, No talk, Just sleep!
Okeh, disaat mereka meraka itu sedang tidur pulas no worry sama sekali, aku berjaga jaga dengan mata berat dan tulang punggung mengerang kepegelan, berjaga jaga untuk keselamatan barang-barang berharga yang dicampakan tuannya yang berpaling pada keindahan alam mimpi. haha

Yak inilah segelintir cuplikan kondisi perjalanan sepanjang Sukanegara hingga Sindangbarang. Yang pasti saran pribadi saya kalo motor kamu bebek, pastikan rem sudah di cek, ban depan belakang harus fit, seal shock jangan bocor, dan tangki motor terisi penuh. nah kalo motor kamu motor sport yang ada koplingan manualnya, pastikan kampas rem kopling masih seger normal dan bersahabat.
Bukan apa apa, kamu ngga bakal menemui jalan lurus walaupun hanya 50 meter saja, semua berisi tikungan dan tanjakan plus turunan, semuanya tajam!

Sabtu, 30 Desember 2017

Nglancong desa desa di Bali

Begini...
Pertenahan Oktober 2017 aku dapet bencana besar dalam hidup yang mau tak mau harus kualami. Bencana itu adalah "Lulus Kuliah Program S1" di salah satu perguruan tinggi di kota hujan yang kini bertransformasi menjadi kota sejuta angkot.

Kenapa ku sebut sebagai bencana? karena pasca kelulusan aku harus bertanggung jawab atas semua ilmu yang kudapat untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tingi. Sebenarnya bukan masalah Tri Dharma Perguruan tinggi, tapi masalah keyakinan yang harus mengalah pada logika, yaitu bertahan hidup dengan menjadi buruh terlebih dahulu..

sumber gambar: https://bagiilmuyuk.files.wordpress.com

kemudian.. aku berfikir, kalo sebenernya bukan itu yang akan aku ceritakan.

what ever-lah, tapi itu salah satu penyebab mengapa aku harus melancong.

jadi aku melancong ke Bali. sebetulnya Bali bukan menjadi poin penting pemilihan tempat. hanya karena "perempuan yang sedang dalam pelukanku" kebetulan sedang mengejar pi untuuing-puin cahaya Tuhan di salah satu perguruan tinggi disana.

Keputusan rada nekat ini harus ku ambil, karena aku ngga punya banyak waktu lagi, ditambah awal November aku sudah harus menjalani program Internship di salah satu lembaga untuk bertahan hidup dan juga untuk menimba puing2 cahaya Tuhan lainnya.

2 minggu sebelum keberangkatan, aku belum mengantongi uang sama sekali. karena aku yakin se yakin yakinnya, ku pikir santailah. pasti akan ada uang jatuh dari langit melalui hamba-hambanya.
1 minggu semakin dekat dan belum ada rupiah yang berjalan ke arahku. Bermodal jaminan fee kerja bulan lalu yang lumayan jumlahnya namun belum juga ada tanda-tanda kapan akan cair, ku beranikan diri untuk meminjam ke beberapa kawan.

Dan bim salabim, kawan satu yang jauh disana bermurah hati untuk meminjamkan sebagian rizki berlebihnya dengan sangat mudah, tanpa bunga, tanpa banyak syarat.. kawa itu adalah Tri Giyat Desantoro, calon top level suatu perusahaan yang menguasai hampir setengah luasan daratan di negeri Indonesia ini.
sumber: http://republika.co.id

ya itulah pendahuluan dari ceritaku yah.. ini belum masuk ke keseruannya...
nanti kutulis yang betulan,

cheeers :)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Penelitianku Yang Aduhay

Aku, sekarang jam 02.51 tgl 23 bulan Oktober tahun 2016 masih terhitung sebagai mahasiswa aktif tingkat 5, tepatnya 11 semester 3 bulan. MODAR O !! Ceuk orang Sunda ma, BUDAK KOLOT!
Aku iki lagi bingung, bukan soal gmna penelitiannya tapi soal gimana caranya berkomunikasi dengan dosen lagi. Terhitung sekarang sampai mundur di pengambilan data iku kiro kiro sekitar 7 bulan kepungkur. Penelitian e enak cuma kemping ceria di Gunung Salak 1 dan 2 tok. Tapi,, njelehi.
Soalnya begini, aku harus mengukur yang namanya tumbuhan kecil jelek berkutik yg hidupnya parasit di akar pohon gede yang ada di lerengan punggungan di ketinggian 1668 mdpl sampai 1980 mdpl. Nah apa aja yg diukur? Jumlahnya, dimensinya, dimensi akar inangnya, kedalaman si akar inang dari tanah, jarak tumbuhan itu ke batang pohon inangnya, dimensi pohon inangnya, vegetasi sekitarnya, suhu sekitar, kelembaban, intensitas cahaya, koordinat, jenis tanahnya. Asu kan?!
Wes tumbuhan e uelek, gilani, parasit pisan, njuk nrip pisan. Tumbuhan nganyelne iku jeneng e Balanophora spp.
inilah si Balanophora spp itu


Kembali ke persoalan, jadi dosenku itu udah sampai ke tahap lupa, lalu ingat, lalu kesel karena ngga selesei2, lalu cuek. Rasane koyok dicuekin sama pacarku tersayang.

Sekarang jujur saja aku udah mulai mikirin strategi alias menyiapkan seribu juta asalan agar aku dimaklumi sama dosenku, Yo ben ketok dramatis ngunu-lah. Untungnya aku masih punya amunisi, yaitu pertama Gunung Salak dengan segala mitos sampai segala sisi ilmiahnya yang aduhai bisa tak otak Atik sedemikian rupa biar kelihatan banyak hambatan (walaupun memang sebenernya banyak hambatan alam), ke dua musim hujan dan petir yang berkepanjangan di Bogor yang jelas itu sangat menguntungkan untuk tipu tipu (sebenernya memang cuacanya sungguh nganyelne). Alhamdulillah :)
Masalah utama yang benar benar nyata adalah,, AKU BOSEN NING GUNUNG TERUS :( . Coba bayangkan ya wahai malam. Sejak saat ini sampai mundur 7 bulan ke belakang, aku sudah 5x munggah Salak 2, terus 3x naik Salak 1. Total sudah 8 trip, masing masing trip itu rata rata 5-8 hari disana. Aku bosen kedinginan, becek becekan, kehujanan, suara suara binatang yang bikin cemas, minum air dibatasi, bawa tas segede gaban, cebok dengan daun (kalo tisu habis), sampai rasa takut yang berganti kesal sama hal hal lembut. Aku lelah wahai malam aku ini lelah uasuuuuuuu!

ini contoh dilapangan, masak
sendiri makan sendiri











Tapi tenang, Alhamdulillah Gusti Sing Moho Ageng memberi saya banyak akal untuk mengkondisikan semuanya, ya kita lihat saja nanti gimana akhir kisah penelitian syarat S.Hut ku?
Ngomong2 ini udah hampir bayaran semester lagi, dan artinya aku udah mau semester 12, daaaan... Batasku hanya sampai semester 12, kalo ngga selesai Yo.. Yo? Yo gimana? Kowe ngerti lah.

MODAR O!

Semoga Gusti Ingkang Moho Ageng melancarkan semuanya.
Aamiin.

Sumber gambar: dokumen pribadi