Perjalanan Bogor - Pameungpuk Garut
Penghujung akhir tahu seperti biasa aku mengagendakan perjalanan jauh ke tempat-tempat sepi menggunakan motor yang biasa kami sebut dengan "Touring".
Iya betul, seelumnya di penghujung 2016 aku dan tean-tman kuliahku melakukan touring ke daerah pesisir pantai selatan jawa di daerah garut. Sekali lagi, di penghujung 2017 aku dan teman2ku merencanakan perjalanan ke Garut kembali, tepatnya di suatu pondokan nelayan yang berlokasi di kawasan Cagar Alam Sancang bagian Timur.
Sebelumnya, maaf rada annoying sedikit karena kebetulan di perjalanan kali ini ada yang ganjl, teman sehatiku dijadwalkan tidak ikut serta karena dia sekarang berdomisili di Bali. Yasudahlah kupikir enjoy in aja. namun tiba tiba ada seseorang mengetok pintu kosan sambil membawa tentengan dan memanggul tas ransel besar terlihat kesulitan masuk pintu. Pikirku itu temannya salah satu temanku, ternyata setelah seberkas cahaya lewat dan jatuh ke wajahnya.. Astagfirllah, itu perempuanku! Datang tanpa sebab dan tanpa ada bau, serta merta masuk ruangan dengan kondisi cape dan letih tanpa sedikitpun wajah sumringah.. Anjay bin Ajib, sontak aku speechless. Melebihi kecepatan cahaya yang konon adalah sesuattu yang paling cepat dijagat, langsung aku sambut dia, dan ku timang dia dengan badanku yang lebih kecil, sedikit usaha saja untuk menyegarkan kondisinya secara emosional.
heheh...
Lanjut!
Perjalanan kami mulai sekitar jam setengah shubuh dari Bogor langsung menuju ke point istirahat pertama, yaitu Kecamatan Sukanegara Kabupaten Cianjur Selatan. Perjalanan ini kami tempuh kurang lebih 6 jam lewat Cihideung, lanjut ringroad Sukabumi, lanjut Warung Kondang dan berakhir di Sukanegara.
Titik peristirahatan kami adalah di kawasan kebun teh milik PTPN VIII, karena disana lokasinya pas di tengah-tengah jarak perjalanan kami. Selain karena sejuk udaranya, banyak warung-warung yang bisa untuk istirahat, juga lokasi erakhir sebelum jalan kelak kelok lika likau naik turun aspal tambal sana tambal sini sejauh 90 km an membelah pegunungan dan perbukitan khas daerah priangan.
Sampailah kami di titik penuh kenikmatan pelapas penat pantat dan sepat mata merah..
dan, Istirahat!
| dog is only ma friend out there |
| Sleepy head faceless |
| No joke, No talk, Just sleep! |
Yak inilah segelintir cuplikan kondisi perjalanan sepanjang Sukanegara hingga Sindangbarang. Yang pasti saran pribadi saya kalo motor kamu bebek, pastikan rem sudah di cek, ban depan belakang harus fit, seal shock jangan bocor, dan tangki motor terisi penuh. nah kalo motor kamu motor sport yang ada koplingan manualnya, pastikan kampas rem kopling masih seger normal dan bersahabat.
Bukan apa apa, kamu ngga bakal menemui jalan lurus walaupun hanya 50 meter saja, semua berisi tikungan dan tanjakan plus turunan, semuanya tajam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar